Tak hanya itu, dia berharap polisi mengusut kepemilikan senjata laras panjang dan peluru dari para preman yang menyerang mereka.
"Harus ditindak cara-cara jahat seperti itu. Ini jelas perbuatan melawan hukum. Siapa mereka kok bisa melakukan teror kepada pekerja kebun. Bagaimana mungkin investor merasa aman jika tak ada jaminan kepastian hukum. Saya sangat heran kenapa bisa masyarakat sipil memiliki senjata laras panjang," ucapnya.
Sebelumnya viral video sejumlah preman menenteng senjata tajam melakukan pengancaman kepada pekerja perkebunan di Desa Sodong. Para pekerja perkebunan ini diberondong dengan peluru.
Dalam video tersebut para preman yang merekam dirinya menyebarkan ancaman agar pekerja perkebunan pergi dari desa tersebut bila tidak mau menjadi korban.
Manager Perkebunan William Herland Manik menceritakan, kronologi penembakan berawal saat mereka melakukan replanting di area Hak Guna Usaha (HGU) daerah Desa Sungai Sodong.