Satgsa TNI Sita 47 Senjata Api dari OPM, 59 Anggota KKB Kembali ke NKRI
MIMIKA, iNews.id – TNI berhasil mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta puluhan komponen suku cadang, ratusan butir amunisi, uang tunai, hingga dokumen dan atribut organisasi terlarang TPNPB-OPM.
Hal tersebut diungkapkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto saat memaparkan capaian keberhasilan operasi gabungan TNI bersama Bea Cukai, Avsec, dan Pemda sepanjang Semester I Tahun 2026 di Markas Kogabwilhan III, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (6/7/2026).
"Tidak dapat kita bayangkan jika puluhan senjata api ini masih dipegang oleh OPM. Tak terhitung berapa lagi masyarakat sipil tak bersalah yang harus meregang nyawa akibat keberadaan senjata-senjata tersebut," kata Letjen Lucky.
TNI mencatat aksi teror OPM belakangan ini kian biadab dan di luar batas kemanusiaan. Mulai dari intimidasi, pemerkosaan wanita, pembakaran sekolah dan gereja, hingga pembunuhan keji. Salah satunya aksi kelompok Elkius Kobak yang membantai Captain Nicholas, warga negara Amerika Serikat yang bekerja sebagai pilot PT AMA.
Tindakan tegas terukur pun terpaksa dijatuhkan, salah satunya kepada Komandan Operasi Kepala Air KODAP Ilaga OPM, Jeki Murib, beserta puluhan anggota OPM sadis lainnya yang kerap melawan petugas menggunakan senapan mesin.
"Mereka acapkali menggunakan masyarakat sipil sebagai tameng hidup saat disergap atau ketika menyerang TNI. Kami pastikan tindakan tegas yang kami lakukan berdasarkan Rules of Engagement (RoE) serta menjunjung tinggi hukum dan HAM," kata Letjen TNI Lucky.
Kendati menerapkan tindakan tegas di lapangan, TNI tetap mengedepankan pendekatan harmonis dan humanis yang menitikberatkan pada pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Strategi ini membuahkan hasil yang menyentuh hati para simpatisan. Tercatat sepanjang Semester I-2026, sebanyak 54 anggota OPM berhasil diamankan, dan 59 anggota OPM aktif memilih tobat, meletakkan senjata, lalu menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi (NKRI).
Letjen TNI Lucky Avianto, membeberkan fakta mengejutkan terkait cara KKB yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mendanai aksi teror mereka. OPM ternyata membudidayakan ladang ganja secara masif untuk membiayai gerakan separatis.