Kisah Hidup Mati Polwan Berusaha Selamat dari Taliban, Ditinggalkan Amerika Diabaikan Rusia

Susi Susanti
Gulafroz Ebtekar (34) polwan paling senior harus berusaha melarikan diri agar selamat dari Taliban. (Foto: Ist)

“Taliban bertindak seperti ini, pertama mereka memukul, lalu membiarkan Anda bergerak. Anda mengambil satu atau dua langkah, dan membayarnya,” katanya. 

"Mereka memukuli saya dengan tinju, sepatu bot, senjata, dan bahkan batu,” ucapnya.

"Saya berbicara di televisi, berbicara di jejaring sosial, berjuang melawan ekstremisme, terorisme, mengadvokasi hak-hak perempuan dan anak-anak dan percaya pada yang terbaik untuk negara kita,” katanya.

Tapi sekarang, dia mengaku mendapatkan peringatan dari Taliban agar segera berhenti dari pekerjaannya.

“Taliban menulis surat kepada saya di mana mereka mengatakan bahwa saya tidak boleh bekerja di polisi dan bahwa saya tidak punya hak untuk menyatakan tentang hak-hak perempuan,” ujarnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Sengit Taliban dan Milisi di Provinsi Panjshir, 2 Pihak Saling Klaim Menang

57 tahun lalu

Infografis Taliban Gelar Parade Kendaraan Tempur Peninggalan AS

57 tahun lalu

Perusahaan di Sumsel Diajak Belanjakan CSR dengan Bedah Rumah Warga Miskin

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 Sumsel Bertambah 82 Orang

57 tahun lalu

Berkas Lengkap, 2 Mantan Pejabat Pemprov Sumsel Segera Disidangkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal