PALEMBANG, iNews.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami deflasi 0,04 persen pada September 2020. Provinsi ini mengalami deflasi karena dipengaruhi kondisi perekonomian yang belum normal di masa pandemi Covid-19.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, angka tersebut berbeda tipis dengan angka secara nasional 0,05 persen yang datanya diambil dari 90 kota di seluruh Indonesia. Sumsel juga mengalami deflasi dalam tiga bulan terakhir, terhitung sejak Juli 2020, akibat pengaruh pandemi Covid-19.
“Situasinya memang belum normal benar. Tapi, ini belum tentu sama pengaruhnya dengan daya beli. Sebab, berdasarkan hasil pendataan kami, justru daya beli mulai menggeliat,” kata Endang dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (1/10/2020).
Endang menjelaskan, jika merujuk periode yang sama dalam tiga tahun terakhir, Sumsel selalu mengalami deflasi pada September. Namun, dua tahun lalu, angkanya jauh lebih dalam, yakni 0,39 persen pada 2019 dan 0,18 persen pada 2018.
"Secara kumulatif, inflasi Sumsel jika dihitung dari Januari-September telah mencapai 1,01 persen," ujarnya.