Meskipun prasasti ini tidak ditemukan di Indonesia, Namun, Prasasti Nalanda tetap dijadikan sebagai sumber sejarah peninggalan yang membuktikan keberadaan Kerajaan Sriwijaya pada masa lalu.
Sejumlah sumber menyebutkan, nama Kerajaan Sriwijaya diambil dari bahasa sanskerta, yaitu dari kata Sri berarti cahaya serta Wijaya yang memiliki arti kemenangan. Sehingga, arti dari nama kerajaan Sriwijaya merupakan sebuah kemenangan yang gemilang.
Sebagai negara maritim, berdirinya Kerajaan Sriwijaya ini memberikan pengaruh yang cukup besar di nusantara. Kerajaan ini berdiri pada sekitar abad ketujuh dan pendiri dari kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayansa.
Kerajaan Sriwijaya berhasil meraih masa kejayaannya saat pemerintahan raja Balaputradewa di abad ke-8 dan ke-9 Masehi. Pada masa kejayaannya ini, Sriwijaya diketahui menguasai jalur perdagangan Selat Malaka serta kekuasaannya diperluas hingga Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Malaysia, Singapura dan Thailand Selatan.
Kemudian Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai simbol kerajaan maritim yang kuat pada masanya.