Terkait penemuan ini, DPRD akan memanggil Dinkes Pasaman Barat untuk mempertanyakan APD yang menumpuk ini.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat Adriwilza menambahkan, sudah tiga kali sidang di DPRD dikatakan APD belum datang. Padahal APD ini sangat dibutuhkan masyarakat dan petugas di Puskesmas dan petugas di posko perbatasan.
"Pemanfaatnnya sudah jelas tidak tepat sasaran. Pertanyaannya kenapa APD bernilai miliaran ini menumpuk dan tidak dibagikan," katanya.
Selain itu, dia melihat ada kejanggalan. Sebab inspektorat Pemkab Pasaman Barat hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan barang itu, namun surat penerimaan barang sudah dikeluarkan.
"Dari keterangan pihak inspektorat tadi ada sejumlah barang atau item yang tidak sesuai registernya, kok kepala dinas sudah mengeluarkan surat menerima barang dari rekanan?" ujarnya.