Menurutnya, ada kesan Dinkes menutupi keberadaan APD yang ada digudang itu. Sebab ada keterangan berbeda dari Dinkes dan penanggung jawab barang yang berada di gudang.
Sementara itu Kepala Dinkes Pasaman Barat, Jon Hardi mengatakan, pihaknya telah membelanjakan untuk APD senilai Rp2,1 miliar dari Rp10 miliar yang dianggarkan dana Balanja Tidak Terduga (BTT).
Dia menuturkan, APD yang dibeli itu ada sekitar 11 item di antaranya ada masker, pelindung mata, pelindung wajah, sarung tangan dan sejumlah APD lainnya. Namun belum didistribusikan karena belum dibayar karena menunggu pengecekan inspektorat.
"APD sudah ada namun belum dibayarkan karena menunggu pengecekan inspektorat," ujarnya.