Semua ini diperoleh berkat bantuan perantau, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Provinsi Sumbar dan Depertemen Agama dari berbagai jajaran serta berbagai donatur lain bersifat pribadi.
Sama seperti mengaji di surau tempo dahulu, sampai kini di pesantren Darul Ulum Padang Magek, tidak dipungut bayaran. Santri akan diterima oleh pengurus pondok dengan tangan terbuka, asalkan ada orang yang menjadi walinya.
"Untuk kehidupan sehari-hari santri mengumpulkan beras 20 liter dalam sebulan dan uang lauk pauk Rp80.000. Kemudian iyuran bayar listrik Rp35.000. Itu pun bagi yang sanggup. Bagi keluarga yang tidak mampu, tak usah membayar. Pihak pengurus akan mencarikan donaturnya," katanya.
Sejauh ini yang belajar di Darul Ulum, tetap diperlakukan sama. Tidak ada yang membedakan antara yang mampu dengan yang tidak mampu. Mereka tidur di surau bersama-sama dengan guru. Memasak bersama-sama dengan teman, dan belajar bersama-sama dengan kawan-kawan.
"Kini santri Ponpes Darul Ulum berjumlah lebih kurang 300 orang. Semuanya diasuh Tuanku Jakfar Imam Mudo," katanya.