Perjalanan Surau Baru di Tanah Datar Menjadi Ponpes yang Mencetak Ratusan Santri
"Pada tahun 1987, Tuanku Salim Malin Kuning meninggal dunia. Pendidikan dilanjutkan oleh murid-murid beliau yang sudah menjadi guru juga di Madrasah Darul Hafazah. Mereka di antaranya Tuanku Ali Nuddin, Tuanku Kakan, Tuanku Mahyudin, Tuanku M Nur, Tuanku Iskandar dan Tuanku Anwar Sutan Marajo selaku komando terdepan," katanya.
Tuanku Anwar bersama-sama pemuka masyarakat Padang Magek antara lain, Ramli Taher, Zainal Abidin dan Suhaili Yakkub, mencoba mengayuh biduk Surau Baru seperti yang dilaukan Tuanku Salim Malin Kuning. Tuanku Anwar dan Tuanku Iskandar mengganti Madrasah Darul Hafazah menjadi Pondok Pesantren Darul Ulum Padang Magek.
"Pada tahun 1994 Tuanku Anwar yang mengajar di Pesantren Darul Ulum diperkuat oleh Tuanku Jakfar Imam Mudo bersama keluarga. Sejak Tuanku Jakfar dan keluarga mengajar di Ponpes Darul Ulum, murid-murid makin bertambah," katanya.
Sejak kedatangan Tuanku Jakfar. Buya Syahyuti Abbas mewakafkan dirinya untuk setia mengurus keberlangsungan belajar mengajar di Pesantren Darul Ulum. Bersama Syahyuti Abbas, Ponpes Darul Ulum mengembangkan tempat belajar hingga kini telah mempunyai sebuah gedung besar tingkat dua.
"Dua buah lokal tempat belajar, selain itu, pondok pesantren ini juga sudah memiliki musala tempat salat berjamah santri lima waktu. Begitu juga sudah punya MCK yang baik bagi santri," katanya.