"Itulah Surau Baru yang hingga kini masih tegak berdiri di lingkungan Ponpes Darul Ulum Padang Magek," katanya.
Dalam sejarahnya, pasang surut jumlah murid di Surau Baru tetap saja terjadi. Semula di tahun 1942, murid di surau ini, hanya empat orang. Dua di antaranya, Ungku Diar dari Nagari Aripan, Kabupaten Solok, Sumbar dan Ungku Abu Hanifah dari Teluk Kuantan, Riau.
Kemudian pada tahun 1950 pernah mencapai sekitar seratus orang. Pada masa itu Tuanku Salim Malin Kuning menamai perguruan/madrasah yang dipimpinnya dengan nama Darul Hafazah, yang artinya Kampung berkah atau kampung yang diberkahi.
"Dulunya di depan surau baru itu, tergantung papan putih dengan huruf Arab berwarna hijau berlapis merah dengan kata Madrasah Darul Hafazah. Itulah yang menandai adanya sekolah ini," ucapnya.
Masa Bergolak PRRI murid di Surau Baru menciut, tapi pada tahun 1965 kembali ramai. Setelah Peristiwa G 30 S PKI 1965, murid Surau baru kembali berkurang. Tapi pada awal tahun 1970-an kembali mencapai ratusan orang. Pada tahun 1980 pemenciut jadi 13 orang. Namun kemudian, tahun berikutnya kembali meningkat jadi puluhan orang.