Perjalanan Surau Baru di Tanah Datar Menjadi Ponpes yang Mencetak Ratusan Santri
"Salah seorang dari anak nagari Padang Magek yang pergi mengaji ke luar daerah itu yakni Salim yang kemudian bergelar Malin Kuning," ucapnya.
Pertama kali dia mengaji dengan Tuanku H Kahar di salah satu surau di Padang Magek. H Kahar berasal dari Taluk Kuantan, Riau. Masa itu H Kahar menetap di Padang Magek. Makam H Kahar ada di samping depan Masjid Tawakal, Padang Magek sekarang ini.
Selanjutnya, Salim Malin Kuning mengaji ke surau Tuanku H Legan di Singkarak, Solok. Terus berlanjut ke Surau Belok di Selayo, Solok. Kemudian dia mengaji lagi dengan Tuanku Kali Tuo di Tanjung Balik, Solok. Kemudian pindah ke Surau Tuanku Lubuk Pua di Pariaman. Berlanjut dengan Tuanku Mudo di Taluak Kuantan, Riau.
"Beberapa waktu kemudian pindah ke Surau Tuanku Kuning di Saruaso, Tanah Datar. Berakhir dengan Tuanku Bagindo di Sungai Sariak, Padang Pariaman," katanya.
Pada tahun 1942, dalam usia 25 tahun, Tuanku Salim Malin Kuning menetap dan menjadi Tuanku di Padang Magek. Sejak itu pula, beliau mulai mengajar berbagai ilmu agama di surau kaumnya yang ketika itu baru saja dibuat.