Dari hasil pemeriksaan, kata Irwan, persoalan mendasar lainnya adalah masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak peduli pentingnya penerapan protokol kesehatan.
“Saya berkeliling, masalahnya ada di masyarakat, lebih banyak yang tidak pakai masker, masih berkerumun, tidak ada physical distancing. Ada juga masker dipakai didagu, tidak disiplin,” katanya.
Dia optimistis, semua komponen masyarakat hingga ke pelosok telah mengetahui bahaya Covid-19.
“Bukan saya menafikan pentingnya sosialisasi, edukasi, tapi tidak efektif lagi,” kata dia.
Untuk itulah Pemprov bersama DPRD setempat menginisiasi lahirnya regulasi berupa peraturan daerah yang bersifat mengikat serta adanya sanksi sebagai konsekuensi bagi masyarakat yang tidak mematuhinya.
“Inilah gunanya kita perdakan, jadi akan ada sanksi, mendidik masyarakat disiplin dengan sanksi dan tetap mengedepankan kearifan lokal,” katanya.