Melihat Nagari Pandai Sikek, Pusat Kerajinan Ukiran Minangkabau

Agung Sulistyo
Seorang pengrajin ukiran sedang mengerjakan berbagai motif ukiran khas Minang ( Foto : Agung Sulistyo)

Pertimbangan ekonomis menjadi alasan utama seni ukiran di nagari itu tidak diminati lagi karena waktu pengerjaannya membutuhkan waktu lama. Ini tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh perajin. Kini, banyak generasi muda dari Pandai Sikek yang lebih memilih merantau ke luar nagari.

“Banyaknya generasi muda yang merantau keluar nagari karena sudah tidak adanya lagi minat pada seni ukir,” katanya.

Namun, saat ini masyarakat Minangkabau sudah mulai lagi melirik kebudayaan seni ukir. Ini terlihat dari berbagai kegiatan pelestarian yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Minang yang peduli akan kebudayaan.

“Kepedulian ini sangat diperlukan agar seni ukiran khas Minangkabau ini tetap bertahan di era globalisasi sekarang ini,” kata Hasnil.

Editor : Tomi Wahyudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemprov Sumbar Minta Seluruh Daerah Siapkan Konsep Wisata untuk New Normal

57 tahun lalu

Objek Wisata di Pesisir Selatan Sumbar Kembali Dibuka 7 Juni

57 tahun lalu

Cerita Penumpang Travel Dibawa Sopir Masuk Jalur Tikus saat Masuk Sumbar

57 tahun lalu

Siap-Siap Terapkan New Normal, Sebagian Daerah Sumbar Masih Perpanjang PSBB

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal