Melihat Nagari Pandai Sikek, Pusat Kerajinan Ukiran Minangkabau
Sanggar ukiran Chan Umar Pandai Sikek ini menjadi salah satu dari sedikit warisan budaya asli Minangkabau yang masih bertahan. Keanggunan filosofi Minangkabau yang dipahatkan pada kayu-kayu surian, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi sanggar ukiran ini.
Hasnil yang merupakan perajin ukiran mengatakan, motif-motif ukiran memiliki nama dan makna tersendiri sesuai dengan karakteristik adat istiadat Minangkabau.
“Ukiran Pandai Sikek ini juga terkenal hingga mancanegara. Pesanan-pesanan seperti interior, kotak-kotak penyimpanan, dan suvenir bermotif Minang digemari masyarakat internasional,” kata Hasnil, Selasa (2/6/2020).
Sayangnya, kecintaan terhadap seni ukiran Minangkabau tampak merosot seiring perubahan zaman. Jika dulu banyak ditemukan pengukir di daerah Pandai Sikek, kini jumlahnya jauh berkurang. Hanya tinggal beberapa saja yang masih aktif.
“Faktor regenerasi juga menjadi penyebab banyak sanggar-sanggar ukiran khas Minang yang hilang,” katanya.