Melihat Nagari Pandai Sikek, Pusat Kerajinan Ukiran Minangkabau

Agung Sulistyo
Seorang pengrajin ukiran sedang mengerjakan berbagai motif ukiran khas Minang ( Foto : Agung Sulistyo)

Sanggar ukiran Chan Umar Pandai Sikek ini menjadi salah satu dari sedikit warisan budaya asli Minangkabau yang masih bertahan. Keanggunan filosofi Minangkabau yang dipahatkan pada kayu-kayu surian, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi sanggar ukiran ini.

Hasnil yang merupakan perajin ukiran mengatakan, motif-motif ukiran memiliki nama dan makna tersendiri sesuai dengan karakteristik adat istiadat Minangkabau.

“Ukiran Pandai Sikek ini juga terkenal hingga mancanegara. Pesanan-pesanan seperti interior, kotak-kotak penyimpanan, dan suvenir bermotif Minang digemari masyarakat internasional,” kata Hasnil, Selasa (2/6/2020).

Sayangnya, kecintaan terhadap seni ukiran Minangkabau tampak merosot seiring perubahan zaman. Jika dulu banyak ditemukan pengukir di daerah Pandai Sikek, kini jumlahnya jauh berkurang. Hanya tinggal beberapa saja yang masih aktif.

“Faktor regenerasi juga menjadi penyebab banyak sanggar-sanggar ukiran khas Minang yang hilang,” katanya.

Editor : Tomi Wahyudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemprov Sumbar Minta Seluruh Daerah Siapkan Konsep Wisata untuk New Normal

57 tahun lalu

Objek Wisata di Pesisir Selatan Sumbar Kembali Dibuka 7 Juni

57 tahun lalu

Cerita Penumpang Travel Dibawa Sopir Masuk Jalur Tikus saat Masuk Sumbar

57 tahun lalu

Siap-Siap Terapkan New Normal, Sebagian Daerah Sumbar Masih Perpanjang PSBB

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal