Selain itu, Tuti juga mengatakan dia pernah bertemu Buya M Natsir sekitar tahun 1970-an. Menurutnya Buya merupakan sosok yang sangat sederhana, cerdas dan rendah hati.
"Bahkan saat M Natsir diangkat menjadi menteri pun rumah dan pakaiannya tampak sederhana, namun tetap menghargai keluarga kami yang berkunjung ke rumahnya, meskipun tamu beliau sangat ramai waktu itu," ujarnya.
Kendati merupakan rumah milik pribadinya, Tuti tidak membatasi siapa pun yang hendak berkunjung ke rumah bersejarah itu.
Bahkan sebelum dipasangkan papan nama rumah kelahiran M Natsir oleh Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) sudah banyak yang berkunjung, baik dari dalam maupun luar negeri hanya sekadar mengenang sejarah kelahiran M Natsir.
"Sekarang sudah dipasangkan papan petunjuk sebagai rumah kelahiran Bapak M Natsir oleh Dewan Dakwah sehingga memudahkan siapa pun yang berkunjung ke sini," kata Tuti Murniati.