Dia menilai, banyaknya rumah warga yang rusak akibat kontruksinya yang tidak tahan gempa. Rata-rata rumah masyarakat di bawah standar sehingga kalau gempa mudah rusak. Apalagi daerah tersebut belum penah kena gempa.
Basri menambahkan, selama masa tanggap darurat, bupati telah menginstruksikan semua organisasi perangkat daerah untuk membantu korban bencana.
"Bagi pejabat yang ada di lokasi gempa, bantu beri motivasi kepada masyarakat yang sudah kehilangan rumah akibat gempa," ucapnya.
Selain itu, bupati juga meminta semua tenda yang ada, baik milik BPBD, Dinas Sosial, maupun PMI dan Pramuka, harus dibawa ke lokasi bencana untuk menampung sementara para korban.
Diketahui, wilayah Solok Selatan diguncang dua kali gempa pada Kamis (28/2/2019). Gempa pertama terjadi pukul 01.55 WIB dengan kekuatan 4,8 SR dan 5,6 SR pukul 06.27WIB yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR. Gempa ini awalnya sempat diberitakan terjadi di Kabupaten Pasaman. Pendataan sementara, sedikitnya 500-an rumah rusak dan 30.000 jiwa mengungsi.