PADANG, iNews.id – Dampak kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019), cukup besar. Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat memperkirakan, taksiran nilai kerugian materiel yang ditimbulkan mencapai angka Rp25,6 miliar.
"Setelah pendataan pasca-gempa, terdapat 479 unit rumah rusak beserta 15 unit fasilitas umum dari rusak ringan hingga berat. Taksiran kerugiannya sekitar Rp25,6 miliar," ujar Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Jumat (1/3/2019).
Gempa Solok Selatan, Pemkab Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat
Dia memaparkan, kerusakan bangunan terbanyak dialami Nagari Sungai Kunyit dan Sungai Kunyit Barat yang ditaksir masing-masing Rp8,4 miliar. Kemudian Ranah Pantai Cermian Rp4,1 miliar. Selanjutnya di Nagari Talunan Maju Rp2,6 miliar, Nagari Bidar Alam Rp1,1 miliar, Nagari Lubuk Malako Rp634 juta dan Nagari Talao Rp115 juta.
Hingga Jumat (1/3/2019) malam, tercatat 116 unit rumah rusak berat, 152 rusak sedang dan 211 rusak ringan. Kerusakan bangunan paling banyak terjadi di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Selain itu juga ada fasilitas umum yang rusak berupa sekolah tujuh unit, sarana ibadah dan kesehatan masing-masing tiga unit serta kantor pemerintah dan kios pasar masing-masing satu unit.
Gempa Solok Selatan, 500-an Rumah Rusak dan 30.000 Warga Mengungsi
Muzni menambahkan, rumah dengan kerusakan parah akan dibantu oleh Kementerian PUPR dan mereka sudah mengerahkan timnya.