Dia menambahkan, untuk topeng itu terbuat dari buah labu yang tumbuh di sekitar Desa Muarojmbi. Kulit buah labu yang kering dilukiskan menyerupai berbagai perasaan atau ekspresi manusia.
"Labu ini ditanam petani di sini. Karena perlu banyak resapan air, ditanam di pinggir sawah. Tumbuh menjalar. Orang kampung sini menyebutnya labu manis," tuturnya.
Warga juga membuat aneka motif agar lebih menarik.
"Motifnya sesuai perasaan manusia, seperti muak, gembira, rasa bahagia. Ada juga sosok menyeramkan dan lucu," katanya.
Dia menambahkan, pergelaran main Topeng Labu pada tahun kini dengan tagline 'Memanusiakan Manusia' dengan melibatkan sekitar 50 orang.
"Ini sengaja kami buat lebih akbar. Regenerasi. Kalau sebelumnya kelompok remaja, sekarang anak sekolah dasar kami libatkan," kata Borju.
Sementara Harizan salah seorang peserta Topeng Labu mengaku sangat antusias mengikuti tradisi tersebut. Dia juga berharap tradisi ini terus berlanjut dengan semangat generasi untuk melestarikannya.
"Harapannya ada generasi dengan semangatnya untuk melestarikan kebudayaan di Desa Muarojambi. Ini tidak sulit, cuma perjalanan menelusuri kampung saja," katanya.