Karena dinilai memiliki historis yang merakyat, pada tahun 2009 lalu pegiat kebudayaan setempat melakukan sedikit riset.
Hasil diskusi dengan warga, cerita rakyat tersebut diangkat dan menjadikannya sebagai tradisi. Sehingga setiap datang Hari Raya Idul Fitri, para warga Desa Muarojambi menggelar Festival Topeng Labu.
Festival ini diiringi berbagai permainan alat musik, seperti gendang, gong dan sebagainya agar lebih menarik.
Selanjutnya sembari menari, para pemain Topeng Labu bersilaturahmi dengan warga yang menunggu di teras rumah masing-masing.
"Setiap rumah masyarakat disinggahi dan menari. Karena rumah masyarakat mempunyai teras, mereka menunggu di situ. Diiringi musik dan lantunan serta pantun," ucapnya.