"Selanjutnya pemilih yang pindah domisili sebanyak 132.857 orang yang terdiri dari 72.703 laki-laki dan 60.154 wanita," katanya.
Setelah itu pemilih yang tidak dikenal sebanyak 100.953 orang yang terdiri dari 51.802 laki-laki dan 49.151 wanita.
"Jumlah ini sudah dikonfirmasi hingga ke RT dan RW atau kepala jorong dan ternyata memang pemilih ini tidak dikenal," kata dia.
Selanjutnya pemilih yang menjadi anggota TNI sebanyak 1.124 orang yang terdiri dari 1.034 pria dan 90 wanita dan pemilih yang menjadi anggota Polri sebanyak 1.014 orang yang terdiri dari 890 pria dan 124 wanita.
Kemudian pemilih yang hilang ingatan sebanyak tiga orang, hak pilihnya dicabut sebanyak delapan orang dan pemilih yang bukan penduduk sebanyak 740.437 orang yang terdiri 370.722 laki-laki dan 369.715 wanita.
Menurut dia, jumlah ini mempengaruhi penyusutan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan KPU Sumbar yakni sebanyak 3,6 juta lebih dan jumlah ini di bawah daftar pemilih saat Pilpres 2019 sebanyak 3,7 juta lebih.
"Jumlah ini dinamis dan diperkirakan dapat bertambah saat perbaikan data pemilih nantinya," kata dia.