Menjadi mantri di desa itu, merupakan panggilan jiwanya sejak lama. Terlebih pada masa-masa tertentu, warga desa-desa di Ponelo Kepulauan mengalami sakit yang tergolong kejadian luar biasa (KLB).
Kebetulan dia adalah penduduk asli Ponelo dan menyaksikan langsung beberapa kali KLB. Tahun 2003 sampai 2005 itu hampir setiap tahun terjadi KLB muntaber dan juga rabies. Bahkan, ada sepupunya yang meninggal karena rabies.
Sejak peristiwa itu, ia memutuskan untuk mengabdi di kampung halamannya, usai menamatkan pendidikan D3. Baginya, melayani masyarakat Ponelo tak hanya sekadar tugas sebagai PNS.
Di pulau itu, Mantri Uyon dikenal tidak pandang bulu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia bersama rekan kerjanya tidak hanya melayani pasien di puskesmas, tetapi juga di perahu-perahu nelayan dan rumah-rumah warga yang berada di perbukitan.