“Pupuk di Gorontalo tidak langka. Hasil realisasi penyaluran tahun 2020 itu hanya 74 persen, jadi ada 26 persen yang tidak tersalurkan. Setelah kami telusuri ternyata ada pengecer yang tidak menebus di tingkat distributor,” ujarnya.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai usulan koperasi menjadi pengecer pupuk layak untuk dikaji.
Rusli juga mengusulkan dinas untuk mengintervensi pengecer melalui bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Atau boleh juga di sentra-sentra produksi padi, pengecernya kita subsidi dari Baznas. Jadi contohnya di Kecamatan Tilongkabila, penyalur pupuk yang tidak jalan kita bina dan pinjamkan modal. Mungkin 50-100 juta," ujarnya.