Sebelumnya, mayat pria ditemukan di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan dalam kondisi dimutilasi pada Rabu (16/9/2020). Hasil penyelidikan sementara, terungkap korban berinisial RHW (32).
Motif kedua pelaku membunuh dan memutilasi karena ingin menguasai harta korban yang merupakan pria kaya.
Semua bermula dari perkenalan korban dengan pelaku LAS di aplikasi Thinder. Melalui aplikasi itu, keduanya berkenalan dan saling berbalas pesan.
Kemudian pada 7 September, LAS dan korban janjian bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebelum keduanya bertemu, pelaku DAF lebih dahulu datang dan bersembunyi di kamar mandi. Saat korban datang dan mengobrol bersama LAS dilanjutkan dengan saling berhubungan badan, DAF keluar dan memukul kepala korban dengan batu bata.
Dia kemudian menusuk korban tujuh kali hingga tewas. Karena bingung, kedua pelaku keluar dari apartemen lalu membeli gergaji dan golok. Mereka kemudian kembali ke apartemen dan memutilasi tubuh korban.
Setelah dimutilasi, korban dimasukan ke dalam koper. Sementara bercak darah di apartemen dicat kembali dengan warna putih, termasuk sprei kasur diganti kedua pelaku.
Selanjutnya mereka memindahkan koper berisi potongan tubuh tersebut ke apartemen di Kalibata. Keduanya kemudian menguras isi rekening korban untuk dibelikan logam mulia, perhiasan, motor dan menyewa rumah di Cimanggis yang akan dipakai untuk mengubur korban.