Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara Ascke Benu mengungkapkan pihaknya saat ini berupaya agar bahasa daerah masuk dalam mata pelajaran siswa.
"Saat ini kami memasukkan bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal, yang diajarkan pada tingkatan pendidikan dasar," katanya.
Ia mengakui kendala dalam pelaksanaan tersebut yakni keterbatasan tenaga pengajar yang khusus memberikan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan balai bahasa, untuk memaksimalkan upaya kami dalam pelestarian bahasa daerah di Minahasa Tenggara," ujarnya.
Wakil Bupati Minahasa Tenggara Joke Legi khawatir karena Bahasa Pasan tidak digunakan dalam interaksi masyarakat setiap hari.