"Ini menjadi perhatian bersama, baik dari pemerintah, maupun masyarakat. Karena bahasa daerah merupakan identitas dan bagian dari budaya yang harus dijaga serta dipelihara," katanya.
Legi berharap masyarakat khususnya para pemerhati budaya yang berada di wilayah sub etnis Pasan, kembali aktif menggunakan bahasa daerah.
"Jangan sampai bahasa ini punah. Nantinya generasi yang akan datang tidak tahu lagi identitas budaya mereka," ujarnya.
Wilayah dan masyarakat Minahasa Tenggara terdiri dari tiga sub etnis, yakni Pasan, Tonsawang, dan Ponosakan yang tergabung dalam rumpun etnis Minahasa.