Terlebih, tugasnya untuk menangkap AH Nasution gagal. Dia justru membawa orang lain, yakni ajudan Nasution, Pierre Tendean. Lolosnya Nasution dianggap menjadi bumerang untuk PKI.
Hingga kini, tidak ada yang tahu pasti seperti apa akhir kehidupan Doel Arif. Dia seketika menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. Namun juga diduga dia dieksekusi seperti tokoh PKI lainnya.
3. Sjam Kamaruzzaman
Melansir jurnal Artefak berjudul ‘Peranan Sjam Kamaruzzaman dalam Gerakan 30 September tahun 1965’, Syam mulai mengenal Aidit di akhir 1949 dan sempat menjadi asisten pribadinya. Hingga akhirnya, Syam bergabung dengan PKI pada 1960.
Di PKI, dia menjadi anggota Departemen Anggota PKI yang mengemban tugas melakukan pembinaan secara rahasia ke kalangan militer. Lantaran departemen ini tidak berjalan baik, dibentuklah Biro Khusus PKI yang bertugas merekrut orang-orang atau pihak militer secara ilegal, yang bersimpati terhadap PKI.
Dia memegang peranan sangat penting karena Biro Khusus yang diketuainya itu mencari anggota TNI (dulu masih bernama ABRI) dan menanamkan ajaran kiri. PKI pun sukses menyusupi angkatan di TNI.