Kondisi kesehatan yang semakin memburuk ketika di atas kapal dan diperparah karena menolak untuk makan dan diobati. Dia mengembuskan napas terakhir pada 2 Januari 1818 dan disemayamkan dengan penghormatan militer di Laut Banda.
Pahlawan wanita berikutnya, yaitu Laksamana Malahayati yang berasal dari Aceh lahir pada 1550 ini telah membantu dalam memperjuangkan Indonesia melawan Belanda.
Dia juga terlibat aktif dalam pertempuran Teluk Haru melawan armada laut Portugis. Pada pertempuran itu suami dari Laksamana Malahayati pun tewas. Namun, dia tidak larut dalam kesedihan.
Bahkan, Laksamana Malahayati membentuk pasukan Inong Balee, terdiri dari para janda yang suaminya telah gugur di medan perang. Laksamana Malahayati kemudian meninggal dunia di usia 65 tahun pada 1615.
Cut Meutia merupakan pahlawan wanita yang berasal dari daerah Aceh. Dia lahir di Kesultanan Aceh pada 15 Februari 1870, Cut Nyak Meutia juga turut membantu suaminya, Teuku Tjik Tunong dalam rangka melepaskan belenggu penjajahan Belanda kala itu.