Sainuddin menuturkan, sebelum kejadian keduanya bertengkar melalui WhatsApp. Tak tahan bertengkar, Arham diduga berniat menuntaskan pertengkaran itu dan melakukan aksi sadistis-nya tersebut.
Dia mengatakan, perbuatan pelaku kepada korban ini masuk kategori penganiayaan berat. Polisi pasti akan menangkap Arham untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bengisnya.
Dugaan aksi berencana itu dibenarkan kakak korban Andi Mustari. Menurutnya sejak lama keduanya memang kerap bertengkar. Di mata Mustari, pelaku Arham memang bukan orang baik, ia sering dicari-cari banyak orang karena persoalan utang piutang.
"Sudah lama itu (korban) mau dihabisi. Mereka selalu cekcok. Arham juga dicari banyak orang karena kasus utang piutang dan penggelapan. Makanya Umrah minta cerai," kata Mustari yang juga mantan kades di Barru tersebut.
Direktur Utama RSUD Barru Dokter Amis Rifai mengatakan, korban mengalami luka bakar di bagian lengan dan beberapa sejumlah anggota tubuh lainnya.
"Korban sudah ditangani dokter spesialis. Laporan awal saya terima luka bakarnya di bagian lengan. Sementara untuk detailnya belum saya terima, saya masih di luar ruangan,” katanya saat dihubungi via seluler.