Kemudian pada tahap pelaksanaan upacara maudu lompoa di setiap warga terlibat di dalamnya dan sudah mulai aktif dalam beberapa kegiatan.
Warga mulai melakukan pengisian bakul yang dilakukan oleh pria dan wanita yang bersih dari najis dan hadas. Kemudian dilakukan pengantaran bahan keperluan maudu di detik-detik
penyelenggaraan upacara, yakni pada pagi hari atau ada juga pada hari jum’at dengan beberapa rangkaian kegiatan acara. Semua keluarga yang bersangkutan mengantarkan ke tempat yang telah ditentukan.
Upacara maudu lompoa mempunyai kesan dan pengaruh batin yang luar biasa. Ketika berlangsung acara, tidak seorangpun yang bubar meski di tengah sengatan terik matahari atau guyuran hujan, kecuali pengunjung dari luar. Mereka menganggap panas matahari atau hujan merupakan rahmat Allah SWT.
Keunikan dari tradisi Maudu Lompoa terletak pada julung-julung atau kapal kayu yang dihias sedemikian rupa menggunakan kain warna-warni. Kapal-kapal inilah yang menjadi simbol masuknya Islam khususnya di Takalar.
Di dalam kapal-kapal itu terdapat berbagai macam bahan pokok mulai dari telur yang juga diwarnai berbagai macam warna, serta hasil bumi dari wilayah sekitar Kabupaten Takalar.