Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Maudu Lompoa, Tradisi Maulid Nabi di Takalar Dimulai Datangnya Syekh Jalaluddin

Kamis, 21 September 2023 - 17:18:00 WIB
Sejarah Maudu Lompoa, Tradisi Maulid Nabi di Takalar Dimulai Datangnya Syekh Jalaluddin
Sejarah Maudu Lampoa, tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

Syekh Jalaluddin juga mengajarkan mengenai kegiatan maulid, dia mengajarkan maulid tepat tiga hari sebelum wafat. Tradisi Maudu kemudian pertama kali dilaksanakan pada 1963. 

Tempat pertama kali diadakannya tradisi maudu' ini di Masjid Nurul Ilmi yang sekarang dikenal oleh masyarakat setempat

Pelaksanaan Tradisi Maudu Lompoa

Perayaan ini dipusatkan di sekitar Sungai Cikoang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Maudu Lompoa menjadi  bukti bahwa dua unsur yang berbeda, yakni agama dan budaya lokal, bisa bersatu membentuk sebuah tradisi yang diwariskan secara turun temurun.

Tradisi ini selalu diadakan tiap tahun tepatnya pada 29 Rabiul Awal atau akhir bulan Rabiul Awal yang menjadi puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Maudu Lompoa  memerlukan waktu persiapan selama 40 hari. Tradisi Jene-jene Sappara atau mandi di bulan Safar menurut penanggalan  Hijriyah yang dipimpin oleh para tetua adat merupakan acara yang pertama. Selain itu, ayam kampung yang akan disajikan pada puncak acara juga mulai dikurung.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut