Sementara sebelumnya Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, luka lebam ini karena unsur ketidak sengajaan petugas saat akan mengamankan korban. FH memberontak, sehingga ketika tangan petugas membentur wajah korban.
"Dia mau melepaskan diri dari pegangan petugas, dan secara spontan anggota menariknya lagi, untuk memegang kerah baju. Tapi tak sengaja membentur wajah korban," ujar dia.
Sedangkan cerita dari pihak keluarga mengatakan, FH sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh polisi. Dia juga dipaksa untuk mengakui telah terlibat tawuran di Jalan Tinumbu Makassar. Padahal saat itu dia hanya melintas di sekitar TKP.
"Waktu kejadian (tawuran) dia hanya melintas, kebetulan ada anak-anak tawuran dikejar polisi. Dia takut dan ikut lari," kata paman korban, Abdul Karim.