Nurdin mengatakan, Pemprov Sulsel bersama-sama dengan Pangdam Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Kabinda Sulsel, Dinas Perhubungan Sulsel, Dinas Kesehatan Sulsel, dan seluruh elemen lainnya bergotong royong membantu memotong rantai penularan Covid-19. Seluruh stakeholder ikut menjaga pintu masuk ke Sulsel.
“Kita secara bersama-sama, betul-betul menjaga pintu masuk, terutama bandara dan pelabuhan. Akan datang dari Jawa Timur kurang lebih 760 dan pagi ini 167 yang masuk,” katanya.
Gubernur Sulsel juga mengatakan, dari hasil rapid test, semua santri dari Jatim itu dalam keadaan sehat. Mereka juga memiliki sistem imun tubuh yang bagus.
Setelah rapid test, para santri tersebut diminta menjalani isolasi mandiri. Pemprov Sulsel akan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten kota untuk mendampingi warganya saat isolasi mandiri selama 14 hari.
“Kami pastikan setelah ini, kami akan kirim datanya ke semua kepala daerah sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19. Mereka akan melakukan isolasi mandiri di rumah karena kita punya data lengkap nama dan alamatnya,” katanya.