Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger Siswi SMK di Makassar Dicoret dari Paskibraka gegara Bahasa Daerah, Ini Respons Kesbangpol 
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Santri dari Jatim Rapid Test di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Rabu, 15 April 2020 - 21:45:00 WIB
Ratusan Santri dari Jatim Rapid Test di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah saat menjemput ratusan santri dari Jatim di Bandara Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Rabu (15/04/20220). (Foto: Pemprov Sulsel)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Magetan, Jawa Timur (Jatim), tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (15/4/2020). Para santri ini selanjutnya menjalani rapid testCovid-19 untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Gubernur SulselNurdin Abdullah langsung ikut menjemput para santri yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin. Gubernur juga memantau rapid test yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona di Sulsel. Penjemputan ratusan santri ini merupakan langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

“Hari ini dan beberapa hari ke depan, kita akan kedatangan adik-adik kita dari Jawa Timur, terutama dari pesantren. Kita ingin pastikan bahwa mereka kembali ke keluarga dalam kondisi sehat tanpa Covid-19,” kata Nurdin Abdullah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel ini mengatakan, lewat rapid test, diharapkan tidak ada lagi yang membawa virus corona masuk ke Sulsel. Pemerintah juga bisa mengetahui dan memantau kondisi para santri.

“Makanya kita lakukan rapid test. Kita ingin memotong rantai penularan itu. Karena Makassar ini betul-betul lokal transmisi, kita tidak ingin lagi ada yang membawa virus masuk ke Sulsel,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut