Selanjutnya bertambah lagi 639 kasus pada Selasa (5/1/2021), 463 kasus pada Rabu (6/1/2021), dan 366 kasus pada Kamis (7/1/2021). Pada Jumat (8/1/2021) sebanyak 588 kasus, 580 kasus pada Sabtu (9/1/2021), Minggu 585 kasus (1/10/2021), dan sebanyak 616 kasus pada Senin (11/1/2021).
"Kita melihat data, baik peningkatan kasus baru maupun kematian dan penggunaan RS, maka agak membingungkan isi surat edaran wali kota di atas," ujarnya.
Dia menjelaskan, kemarin satu lagi dokter wafat. Minggu lalu tiga profesor di Makassar wafat. RS dan hotel isolasi mandiri penuh. IDI sudah mengingatkan hal ini, namun hasilnya seperti ini.
"Yang ditakutkan kalau dokter bersama nakes sudah berjatuhan, maka pelayanan bisa lumpuh. Kebijakan Pj Wali Kota Makassar ini juga sangat bertentangan dengan imbauan IDI untuk senantiasa tidak menganggap remeh pandemi Covid-19," ujarnya.
Ketua IDI Kota Makassar DR dr Siswanto Wahab SpKK didampingi Humas IDI dr Wachyudi Muchsin mengatakan, dengan makin banyaknya, dokter yang gugur, justru seharusnya makin menyadarkan masyarakat.