"Terdakwa sangat kooperatif. Tidak berbelat-belit. Bercerita apa adanya dan masih muda. Sehingga kami sedikit meringankan dari tuntutan satu tahun penjara," ungkap Dewa.
Dia melanjutkan, diperkirakan bulan depan, terdakwa sudah bebas. Anita telah ditahan selama delapan bulan. Dia ditahan sejak 11 Mei 2020. "Diperkirakan dua minggu lagi akan bebas," ucapnya.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Bone menetapkan satu tersangka dalam kasus candaan atau prank di dua rumah sakit di Kabupaten Bone. Yakni pelaku AR, dikenakan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Pahrun mengatakan pasal tersebut disebutkan bahwa barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
Sementara ketiga rekannya yakni ES (19), ADL (21) dan DA (20) dijadikan saksi dalam kasus ini.