Ada lima tahap permainan yang disesuaikan dengan cara melempar kaddaro masing-masing. Misalnya, pada tendang tapak kaki di tahap pertama, pemain harus menendang kaddaro menggunakan kaki.
Atau, siku di tahap keempat yang mengharuskan para pemainnya membawa kaddaro di bagian siku untuk dijatuhkan di atas kaddaro lawan. Atau, Ma’jujung Kaddaro di tahap kelima yang mengharuskan para pemainnya menjunjung kaddaro di atas wajah.
Kedua tim pemain akan saling bergantian bermain. Apabila tim yang satu selesai bermain, tim lawan baru ganti bermain. Tim pemenang, yakni yang paling banyak mengumpulkan poin dihitung oleh wasit. Tim yang kalah harus menirukan laku seekor monyet.
Merupakan salah satu permainan tradisional Bugis yang memerlukan kekompakan para pemain dalam satu tim. Pemain akan bergerak di titik awal ke titik finish yang telah ditentukan menggunakan sarung sebagai kendaraan.
Sarung yang digunakan dalam permainan menyimbolkan perahu yang digunakan seorang nelayan saat pergi berlayar mengarungi lautan. Dulunya, satu sarung dimainkan oleh satu orang pemain.