“Dana pihak ketiga juga relatif melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya,” kata dia.
Dia menyebut, ekonomi di triwulan ke dua juga melambat, jauh melambat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tentunya aktivitas keliling, terutama belanja daring yang selama ini banyak, dengan adanya pembatasan pesawat, hanya kargo saja yang ada,” kata dia.
Dia menjelaskan sedangkan penurunan nominal terbesar terjadi pada transaksi yang menggunakan ATM atau Debet dan BI-RTGS masing-masing sebesar Rp948 miliar dan Rp895 miliar.
"Penurunan transaksi secara total mencapai minus 20,98 persen (month to month) atau sebesar Rp1,9 triliun pada April 2020 jika dibandingkan dengan Maret 2020," katanya.