Kapolda mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, KKB membawa pilot dan 15 pekerja keluar Distrik Paro.
"Jaraknya sekitar 200-300 meter, mereka dibawa keluar oleh kelompok Egianus. Kami sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat," ucapnya.
Kapolda berharap dukungan semua pihak agar para sandera bisa dilepaskan. Sementara untuk tuntutan, dia mengaku berupaya untuk komunikasi.
"Mudah-Mudahan bisa bernegosiasi agar yang disandera bisa dilepas. Tuntutannya belum ada. Kami belum dapat tuntutan karena sedang berupaya berkomunikasi," ucapnya.
Diakuinya, pascakejadian pembantaian karyawan Istaka Karya tahun 2018, masyarakatnya Mbua keluar dari kampung mereka dan kemudian beberapa distrik kembali aktif sekarang. Pemerintah daerah kemudian membuat program pembangunan Puskesmas.
"Lalu para pekerja mulai datang dan kemungkinan ada nego-nego lalu tak ditemukan sampai akhirnya mereka ganggu," ujarnya.
Diketahui, saat ini Kapolda Papua dan jajaran pejabat utama Polda Papua telah berada di Mimika, Papua Tengah. Upaya konsolidasi intens dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dilakukan untuk menyelamatkan para sandera.