Sosok Bripda Diego, Korban Penyerangan OTK di Wamena Dikenal Ramah dan Murah Senyum

Chanry Andrew Suripatty
Bripda Diego Fernando Rumaropen, Korban Penyerangan OTK di Wamena (Foto: Istimewa)

WAMENA, iNews.id - Bripda Diego Fernando Rumaropen meninggal dunia akibat diserang orang tidak dikenal (OTK) di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (18/6/2022). Sosoknya dikenal sebagai polisi ramah dan murah senyum.

Gogo sapaan akrab Bripda Diego Fernando Rumaropen merupakan anak pertama dari  pasangan Zuzan Elisabeth Merani dan Pieter Rumaropen. Ayah Gogo merupakan mantan pemain Persiwa Wamena dan Pemain Timnas Indonesia, Edison Pieter Rumaropen. Sementara Ibunda Gogo merupakan salah satu ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Jayawijaya. 

Gogo merupakan sosok polisi yang terkenal ramah dan murah senyum kepada siapa saja. Dikalangan saudara dan rekan-rekan seangkatannya, Gogo merupakan sosok yang sangat peduli dengan siapa saja. Kepergian Gogo membuat keluarga besar dan sahabat-sahabatnya merasa terpukul dan kehilangan. 

"Dia (Almarhum) semasa hidupnya adalah sosok sahabat seperti keluarga yang sangat baik. Murah senyum dan peduli kepada siapa saja. Kami semua merasa terpukul dan sangat merasa kehilangan. " ucap salah satu sahabat Gogo. 

Kakek Gogo merupakan pensiunan polisi yang pernah bertugas di Polres Jayawijaya. Sedangkan nenek Gogo adalah anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. 

Gogo menamatkan pendidikan, SD hingga SLTA di Wamena, Jayawijaya. Selanjutnya Gogo menempuh pendidikan di Kepolisian melalui program Bintara Otsus dan menyelesaikan pendidikan bintaranya di Sekolah Polisi Perairan Pondok Dayun Jakarta pada 22 Desember 2021.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal