Tony menuturkan, kegiatan pertambangan PTFI turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2023, PTFI mampu mencatatkan angka manfaat langsung terhadap penerimaan negara sebesar 2,7 miliar dolar atau sekitar Rp41 triliun, dalam bentuk pajak, royalti, dividen, serta pembayaran lainnya, di mana Rp 9,1 triliun di antaranya berupa manfaat langsung yang diterima Papua," ucapnya.
Tony menambahkan, sementara, angka manfaat tidak langsung PTFI untuk Indonesia pada 2023 mencapai 4,7 miliar dolar atau sekitar Rp70 triliun, dalam bentuk pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah dan investasi dalam negeri.
Pada 2024, proyeksi manfaat langsung terhadap penerimaan negara sebesar 5, 6 miliar dolar atau hampir Rp90 triliun, termasuk di dalamnya Rp10 triliun akan diterima oleh Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah serta kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Menurutnya, sumbangsih Rp90 triliun bagi negara berarti sama dengan setiap karyawan keluarga besar PTFI memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp3 miliar.
"Hal ini dapat kita lakukan karena kerja sama harmonis antara seluruh elemen yang ada di dalam PTFI dengan Sincere sebagai core value. “Terus Berkarya untuk Indonesia,” sesuai dengan tema yang kita tetapkan pada ulang tahun PTFI yang ke-57 tahun ini," tuturnya
Bagi PTFI, upacara bendera HUT RI ini merupakan yang ke-51 digelar sejak pertama pada 1973. Upacara di Tembagapura sekaligus meriah rekor Muri.