Oknum Polisi Terlibat Penjualan Senpi ke KKB, Kapolda Papua: Jaringannya Pasti Terungkap

Antara
Umaya Khusniah
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Istimewa)

Kapolda Papua berharap tidak ada lagi anggota khususnya Polri yang menjual senjata api, apalagi ke KKB. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat besar.

Senjata api itu bukan saja untuk menembak anggota, tetapi juga warga sipil hingga menimbulkan korban jiwa. Polda Papua mencatat selama 2020 terungkap 49 kasus penembakan, penganiayaan dan perampasan yang dilakukan KKB menyebabkan lima anggota TNI-Polri meninggal dan 12 warga sipil meninggal serta terluka 16 anggota TNI-Polri dan 10 warga sipil.

Sebelumnya, Tim gabungan Polda Maluku menangkap sejumlah orang yang menjual senjata api ke KKB Papua. Dari beberapa pelaku, dua di antaranya anggota polisi.

Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, Propam Polri mengirimkan tim khusus ke Maluku terkait tertangkapnya oknum polisi yang terlibat jual beli senpi dengan KKB di Papua. Pengiriman tim khusus ini untuk mendampingi Propam Polda Maluku melakukan penyelidikan kasus.

Dia juga meminta masyarakat untuk melaporkan bila mengetahui, mendengar atau melihat peristiwa pidana yang melibatkan anggota Polri. Selanjutnya dia mengajak masyarakat untuk memantau dan mencermati kasus-kasus yang melibatkan anggota Polri di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Operasi Besar Kejahatan Jalanan di Lampung! 95 Orang Ditangkap, Senpi hingga Granat Disita

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

10 Pendulang Emas Tewas Diserang KKB, Aparat Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku ke Hutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal