Menyikapi kejadian itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura menyesalkan adanya oknum masyarakat yang mengeluarkan kata intimidasi yang terindikasi adanya kekerasan seksual terhadap
Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw kemudian mengeluarkan pernyataan sikap terkait aksi intimidasi terhadap jurnalis perempuan Papua ini.
"Pertama AJI Jayapura meminta masyarakat menghargai tugas jurnalistik oleh insan pers khususnya jurnalis perempuan yang rentan mendapatkan kekerasan," ucapnya.
Selanjutnya, AJI Jayapura mengecam masih adanya kata berbau seksual bagi jurnalis perempuan.
"Hal ini menunjukan masih adanya stigma kaum perempuan di Tanah Papua sering mendapatkan kekerasan seksual baik verbal maupun non verbal," katanya.
Ketiga, AJI Jayapura akan berkomunikasi dengan lembaga Perkumpulan Bantuan Hukum Pers di Tanah Papua untuk menindaklanjuti masalah ini.