Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman. Selain itu juga menyulitkan dalam distribusi bantuan.
“Sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat, dari 18 titik pengungsian yang ada saat ini akan dikumpulkan menjadi enam titik pengungsi agar memudahkan distribusi bantuan,” kata Sutopo.
Pendataan kerusakan bangunan akibat bencana juga terus dilakukan. Tercatat 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan kerusakan bangunan lainnya.
Berbagai upaya penanganan darurat dilakukan oleh 2.317 personel dari 28 lembaga dan organisasi seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi, perbaikan sarana prasana darurat, dan lainnya.
Balai Besar Jalan Nasional juga masih membersihkan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit ekskavator dan 3 unit loader. Jalan sepanjang 600 meter saat ini sudah bersih. Jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter sudah disiapkan di jembatan yang rusak.