“Hari pertama dia keluarkan kata tidak baik. Itu sudah sangat tidak pantas. Saya diam karena takut,” ucapnya.
Pada hari berikutnya, VW mengaku pelaku masuk ke kamarnya saat ia tertidur.
“Dia masuk dan langsung pegang saya punya tubuh,” katanya.
Saat mencoba melawan, VW mengaku justru diancam menggunakan relasi kekuasaan.
“Dia bilang dia teman Kapolres, teman Wakapolres, teman pejabat. Dia bilang nanti saya yang dilapor ke polisi,” ujar VW.
Ancaman tersebut, kata VW, kerap digunakan untuk membungkamnya.
Dia juga mengaku telah berulang kali mendatangi Polres Raja Ampat, namun laporannya disebut tidak ditangani serius.
“Polisi bilang bapak ada kegiatan, sibuk. Kita harus jaga nama baik,” katanya.
VW menyebut pelaku sempat ditahan, namun kembali dibebaskan dengan alasan tugas dinas. Selain kekerasan seksual, korban juga mengaku mengalami kekerasan fisik berat.