Para prajurit yang lulus tentu saja tetap boleh mengenakan baret merah dan tinggal di Jakarta. Sementara yang tidak lulus ditempatkan dalam kesatuan baret hijau Kostrad.
Sintong mengaku ingin menangis karena ternyata banyak prajurit Kopassus harus keluar.
"Saya rasanya mau menangis karena banyak orang yang baru masuk Kopassus harus keluar," kata Sintong.
Aksi Protes dari yang Tidak Lolos Seleksi
Tidak hanya Sintong yang tidak setuju atas perampingan dan hasil seleksi tersebut. Para prajurit Kopassus yang akhirnya tidak lolos pun protes. Pergantian baret tersebut sempat diwarnai aksi melepaskan sejumlah tembakan dari prajurit yang tidak lolos.
Bahkan, saat itu ada beberapa prajurit yang harus berurusan dengan Polisi Militer akibat aksi protesnya itu.