Sintong masih mencoba menyampaikan berbagai argumentasi untuk mencegah pengurangan prajurit Kopassus. Tidak ada yang berhasil.
Perampingan di tubuh TNI termasuk Kopassus pada akhirnya tetap harus dilaksanakan. Salah satunya alih status Brigif 3 Linud Kopassus di Kariango menjadi Brigif Limud 3/Kostrad.
Ketika itu, seleksi dilaksanakan di Sukabumi pada 1986. Anggota Kopassus kembali menjalani ujian di medan berat untuk diukur kemampuan fisik, mental, dan kecerdasannya. Tes dilakukan satu-satu dan didampingi psikiater. Latihan patroli malam hari juga dilakukan.
Hari pertama tes, hasilnya masih bagus. Hari kedua, mulai ada prajurit yang mengantuk. Hari ketiga bahkan lebih banyak lagi yang mengantuk. Pada hari ketiga itu, prajurit Kopassus yang diseleksi diminta tidur sendiri-sendiri dan diberi tahu akan kembali berangkat pukul 03.00 dini hari.
Hasilnya, ada prajurit yang bangun, tapi ada juga yang terus tidur seharian. Tes ini untuk mengukur tanggung jawab para prajurit. Namun, hanya sekitar 2.500 orang yang lulus dari sekitar 6.400 prajurit setelah melewati berbagi tes selama seminggu.