Bahkan, Yenu merasa tindakan keji dari KKB akan meruntuhkan perjuangan yang sedang dia bangun. Sebab, dia seorang aktivis yang juga memperjuangan nama ‘Papua’ lewat jalur kemanusiaan.
“Kami sadar jika pertumpahan darah tidak akan memberikan kebebasan. Kalaupun bebas, kita sudah kehilangan anggota keluarga sendiri akibat dari penembakan-penembakan yang terjadi,” katanya.
Diketahui sebelumnya KKB membunuh dua orang guru pada tanggal 8 dan 9 April. Kemudian pada tanggal 11 April, KKB membakar sebuah helikopter milik PT Ersa Eastern Aviation.
Tak hanya itu, pada tanggal 14 April, KKB menembak mati tukang ojek. Lebih memilukan lagi, pada 15 April, KKB kembali menembak mati salah seorang siswa SMA. Bahkan, korban disiksa lebih dulu hingga kondisi jasadnya ditemukan mengenaskan.
Hari ini, Sabtu (17/4/2021), KKB lagi-lagi berulah di Kabupaten Puncak, Papua. Kali ini, KKB membakar rumah rumah kepala suku, perumahan guru dan berbagai fasilitas pendidikan yang ada di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Sabtu (17/4/2021).