Kasus Mutilasi di Papua, Komnas HAM Sudah Periksa 9 Tersangka

Antara
Komisioner Komnas HAM Khoirul Anam (kiri) bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa di Jayapura, Papua, Selasa (13/9/2022). (ANTARA/Evarukdijati)

JAYAPURA, iNews.id - Komnas HAM telah memintai keterangan sembilan tersangka kasus mutilasi di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Pemeriksaan dilakukan terhadap para tersangka yang ditahan di Timika maupun Jayapura.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramanday mengatakan, pemeriksaan dipimpin langsung Komisioner Komnas HAM Choirul Anam setelah bertemu dengan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. Baik terhadap tersangka sipil maupun prajurit Brigif 20.

"Selama pemeriksaan kesembilan terduga pelaku mutilasi tidak ada hambatan berarti. Termasuk saat memeriksa tiga prajurit yang penahanannya dipindahkan ke Rutan Pomdam XVII Cenderawasih di Wamena," katanya, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya, memang ada tiga prajurit yang penahanannya dipindahkan ke Jayapura, yakni Mayor HFD, Praka PR dan Pratu RPC.

Ketika ditanya tentang pemeriksaan dua prajurit yang diduga terlibat dalam perencanaan dan menerima uang pembagian, Frits mengaku mereka belum diperiksa.

"Komnas HAM akan menjadwalkan kembali pemeriksaan kedua prajurit TNI AD karena belum ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Diketahui, dalam kasus mutilasi ini telah ditetapkan 10 tersangka mutilasi. Mereka yakni Mayor HF, Kapten DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu PC, Pratu R, APL alias Jeck, DU, R dan RMH. Khusus untuk tersangka RMH dari warga sipil hingga saat ini masih buron.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Tragis! Pencari Kepiting Bakau di Mimika Diterkam Buaya, Hilang Diseret ke Dalam Sungai

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

Studi Banding ke Mimika, Legislator Perindo Boven Digoel Dorong Perda Perlindungan Naker

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal