Sebelum dilakukan aksi tembak kaki, Tonny akan mengumumkan melalui RRI agar tahanan kabur menyerahkan diri. "Dalam satu minggu (setelah pengumuman di RRI) kalau dia tidak mau menyerah, ya tunggu tindakan kita, saya akan jemput dan tembak di tempat," kata Tonny.
Tonny memerintahkan personel untuk mencegah narapidana Lapas Wamena kabur melalui jalur darat ke kabupaten tetangga seperti Yalimo, Nduga.
"Saya perintahkan jika dia melewati batas antarkabupaten, anggota saya tidak segan-segan saya perintahkan tembak. Saya tidak pandang bulu, saya tetap tembak," katanya.
Mantan Kapolres Lanny Jaya yang baru menjabat beberapa hari di Polres Jayawijaya ini mengatakan tidak akan membiarkan narapidana berkelakuan buruk, berkeliaran di kota dan mengancam masyarakat lainnya.
"Waktu saya menjabat, saya sudah sampaikan kepada kalapas bahwa kalau ada narapidana jalan-jalan di kota, saya akan lubangi kakinya, biar dia malu. Karena ini saya anggap residivis, saya tidak akan main-main," katanya.